Senin, 23 Februari 2015

Tips Memperbesar Risk/Reward Ratio




Sudah menjadi pendapat umum bahwa untuk memperbesar risk/reward ratio kita mesti rela kehilangan kesempatan untuk profit atau memperkecil probabilitas profit kita. Dengan kata lain sangat riskan memperbesar level reward atau memperkecil stop loss dari nilai yang telah kita tetapkan. Tentu saja Anda bisa membuktikannya sendiri melalui pengalaman dari strategi trading Anda. Salah satu cara yang paling efektif dan cukup populer untuk memperbesar risk/reward ratio dengan tetap mempertahankan probabilitas profit adalah dengan mencermati pergerakan harga pada time frame trading yang lebih rendah, dan melihat apakah masih ada peluang yang logis untuk merubah stop loss atau target profit. Berikut dicontohkan GBP/USD diakhir Juli 2012 pada chart daily. Kita akan masuk pasar berdasarkan sinyal dari pola setup candlestick engulfing yang terjadi, dan sekaligus menentukan besarnya risk/reward ratio. Dibawah ini penjelasan singkat untuk mengingat kembali sifat pola candlestick tersebut:





Pola candlestick engulfing terdiri dari dua bar dimana salah satu bar ‘menelan’ (engulf) bar yang lain dengan body candle yang lebih panjang. Pola engulfing ini akan makin valid jika memiliki ekor pendek atau tanpa ekor, karena ekor yang panjang mencerminkan ketidak pastian arah pergerakan harga. Biasanya trader mematok validitas pola ini dengan ketentuan panjang ekor ‘bar yang menelan’ tidak lebih dari 20%-25% dari keseluruhan panjang body candle-nya. Pola ini mengisyaratkan terjadinya pembalikan trend (trend reversal). Sinyal untuk membuka posisi sell pada pola engulfing bearish lebih valid jika terbentuk pada uptrend, dan sebaliknya sinyal untuk buy lebih valid jika pola tersebut terbentuk pada downtrend. Selain itu, jika terbentuk pada time frame trading yang tinggi semisal chart daily, pola engulfing ini akan lebih akurat.
Kembali ke contoh GBP/USD daily (gambar berikut), tampak setup pola candlestick engulfing yang cukup valid sebagai sinyal untuk membuka posisi sell. Normalnya, trader buka posisi sell setelah candlestick kedua dari pola engulfing selesai terbentuk, dengan level stop loss diatas level tertinggi candlestick kedua tersebut, dan target profit yang paling aman di level risk/ratio 1 : 1. Jika kita amati pergerakan harga lebih lanjut, target profit sebesar +105 pip akan terealisasi dalam dua bar atau kurang lebih dua hari.






Sekarang mari kita amati pergerakan harga dan pola tersebut pada time frame trading yang lebih rendah untuk menemukan posisi entry yang lebih baik atau stop loss yang lebih kecil tapi masih logis. Dalam hal ini kita akan lihat pada time frame 1 jam (H1) seperti berikut:






 Jelas terlihat pola harga uptrend, dan setelah ditarik garis trend, tampak pergerakan harga dalam pola engulfing chart daily telah menembus (break) garis trend pada chart H1 ini (lingkaran warna biru muda), dan telah di-retest oleh bar-bar selanjutnya yang menguatkan arah downtrend. Selain itu, 3 bar berikutnya setelah garis trend break menunjukkan pola triangle (segitiga warna hijau) yang dalam hal ini mengisyaratkan penerusan trend (downtrend).
Nah, mari kita lihat peluang entry dan kemungkinan merubah stop loss atau target profit agar risk/reward ratio kita bertambah besar. Setelah kita bandingkan dengan chart daily-nya, kita tetapkan untuk tidak merubah level entry, tetapi besarnya stop loss kita rubah diatas garis trend dan pola triangle-nya, atau sekitar 45 pip. Jadi dibandingkan dengan hanya melihat chart daily dengan stop loss 105 pip, sekarang kita bisa memperkecil stop loss menjadi 45 pip, dan target profit tetap +105 pip (berdasarkan chart daily). Dengan demikian kita telah memperbesar risk/reward ratio menjadi lebih dari 1 : 2.

Kita bisa percaya bahwa trade ini akan tetap aman karena sinyal trading yang cukup valid saat kita masuk pada time frame daily, kita hanya merubah besarnya stop loss pada time frame 1 jam, dan ini masih logis. Selain itu garis trend yang tertembus dan sudah di-retest pada time frame 1 jam serta pola triangle yang terjadi menunjukkan bahwa harga tidak akan berbalik arah dengan cepat.
Sebagai kesimpulan, kita bisa memperbesar risk/reward ratio dengan melihat pola pergerakan harga pada time frame yang lebih rendah, serta dengan memperbesar risk/reward ratio tidak berarti kita mesti memperbesar stop loss atau memperkecil probabilitas profit kita.

Minggu, 22 Februari 2015

Tips Menggunakan Gap Dalam Trading



Tips Menggunakan Gap Dalam Trading

Gap atau celah adalah kenaikan atau penurunan harga yang tajam pada trading chart. Pergerakan harga ini menyebabkan kekosongan diantara level harga penutupan sebelumnya dan harga pembukaan, tanpa terjadi transaksi trading, sehingga terbentuk celah atau “jendela”. Gap bisa terjadi ketika harga pembukaan lebih tinggi dari harga penutupan sebelumnya (gap naik), atau ketika harga pembukaan lebih rendah dari harga penutupan (gap turun).

Tidak seperti pasar saham atau futures yang sering terjadi gap, dalam pasar forex jarang terjadi, dan jika terjadi biasanya gap turun, dimana harga pembukaan pada awal sesi atau awal minggu dibuka lebih rendah dari harga penutupan sebelumnya. Berikut contoh gap turun awal minggu pada GBP/USD yang terjadi baru-baru ini:


 
Gap disebabkan oleh beberapa faktor seperti tekanan beli atau jual yang kuat, rilis data fundamental yang hasilnya jauh dari perkiraan, sentimen kuat akibat keadaan pasar yang tiba-tiba berubah atau peristiwa geopolitik yang ekstrem. Gap menunjukkan sentimen pasar yang kuat. Trader biasanya mengamati pergerakan harga di sekitar area celah tersebut untuk mengetahui perubahan sentimen. Karena jarang terjadi dalam pasar forex, level harga di sekitar area gap menjadi acuan penting, baik sebagai resistance maupun support.

Area gap atau celah yang tidak kembali tertutup dinamakan runaway gap atau continuation gap. Gap yang tidak tertutup artinya harga tidak bergerak kembali pada area gap yang kosong. Gap semacam ini menunjukkan trend yang terjadi masih kuat. Sebaliknya gap yang kembali tertutup biasanya mengisyaratkan akan terjadinya pergantian arah trend, dan area di sekitar gap tersebut sering digunakan sebagai level stop (stop loss). Gap semacam ini dinamakan exhaustion gap.

Berikut contoh runaway gap awal minggu yang terjadi 25 Agustus 2014 lalu pada EUR/USD:


Fibonacci expansion (FE) diambil dari penurunan tanggal 8 Mei 2014 dan koreksi pada pertengahan Juni. Gap turun yang terjadi 25 Agustus membentuk level resistance 1.3205 yang berimpit dengan level 100% Fibo expansion. Tampak pada pergerakan harga selanjutnya gap tersebut tidak tertutup, atau harga tidak menembus resistance 1.3205, sehingga ada peluang untuk entry sell dengan target pada level-level Fibo expansion dibawahnya (sebagai level-level support) seperti level 1.2900 (FE 161.8), dan stop loss pada resistance 1.3205 (area runaway gap).

Kamis, 19 Februari 2015

Tips Membentuk Pola Pkir Yang Profitable




 Adalah suatu kenyataan yang tak terhindarkan bahwa sukses seorang trader sangat ditentukan oleh cara berpikirnya. Jika persepsi psikologi trading kita salah, maka kita tak akan menghasilkan hasil yang memadai. Sayangnya banyak trader yang telah mengabaikan hal ini dan kurang menyadari bahwa dengan cara berpikir yang benar dalam trading akan membawa sukses. Sebaik apapun strategi yang diterapkan tanpa psikologi trading yang benar akan sulit mencapai hasi yang diharapkan.
Banyak trader yang tidak menyadari kenyataan bahwa mereka trading dengan cara pikir yang sesungguhnya mencegah mereka sendiri untuk memperoleh profit. Mereka mungkin berpikir bahwa dengan menemukan indikator trading yang selalu tepat dalam memprediksi pergerakan harga pasar secara otomatis akan selalu memperoleh profit dalam trading.
Sukses dalam trading adalah hasil akhir dari kebiasaan trading yang terbentuk, dan kebiasaan adalah hasil akhir dari psikologi trading. Langkah-langkah berikut adalah cara membentuk psikologi trading yang profitable sebagai wawasan Anda dalam menggeluti pasar forex.
                            
1 : Ekspektasi yang realistis

Langkah pertama adalah ekspektasi yang realistis terhadap trading forex, misalnya Anda tidak harus keluar dari pekerjaan atau bisnis yang sedang Anda tekuni dan beralih total ke trading forex dengan ekspektasi profit yang besar setiap bulannya. Cara itu kurang bijak dan bisa disebut sebagai ekspektasi yang berlebihan.
Ekspektasi berlebihan yang lain adalah dengan seringnya membuka posisi (over-trade) dan menerapkan leverage yang terlalu tinggi (over leverage) untuk memperoleh profit yang besar dalam waktu singkat, tanpa menerapkan risk management yang sesuai dan terencana. Untuk menghindari ekspektasi semacam itu, cobalah untuk memperhatikan point-point berikut :

- Gunakan dana yang menganggur untuk trading : dana yang menganggur maksudnya dana yang bukan untuk biaya hidup sehari-hari dan Anda rela jika dana tersebut hangus. Bagaimana jika tidak punya dana yang nganggur? Ya, cobalah trading pada account demo dulu sampai punya dana yang benar-benar nganggur. Jangan pernah mencoba trading dengan menggunakan dana yang menyebabkan Anda emosional dalam trading. Anda harus selalu berasumsi bahwa berapapun banyaknya dana dalam account trading Anda akan bisa menyusut bahkan ludes sama sekali.

- Pastikan bahwa Anda bisa tidur nyenyak setiap harinya : masih berkaitan denga dana yang menganggur, tapi yang ini lebih pada resiko yang berani kita tanggung dalam tiap posisi trading. Jika Anda tidak bisa tidur nyenyak oleh karena memikirkan besarnya loss yang mungkin Anda alami, maka Anda perlu meninjau ulang risk management dan trading plan Anda yang cocok diterapkan pada banyaknya dana dalam account trading Anda. Terapkan risk/reward ratio yang realistis, jangan over-leverage dan over-trade.

- Tahu bahwa setiap posisi trading adalah independen : setiap posisi trading yang kita buka adalah independen terhadap  posisi sebelumnya. Banyak trader yang ketika membuka posisi baru masih terpengaruh oleh nuansa posisi trading sebelumnya. Nuansa euforia atau percaya diri yang berlebihan sering dialami jika telah memperoleh profit besar atau profit yang berturut-turut, sebaliknya perasaan ‘dendam’ setelah loss yang cukup banyak. Hal ini terbawa dalam cara open atau closing posisi yang mengulang cara yang sama ketika profit pada posisi sebelumnya, atau berlawanan dengan cara open atau closing pada posisi terdahulu yang loss. Jika kita tahu pada kenyataan bahwa setiap posisi baru yang kita buka adalah sebuah ‘titik nol’ baru, maka kita tidak akan terlalu emosional dan berpikir obyektif.

2 : Kesabaran

Kesabaran adalah faktor utama dalam trading. Trader yang sarat pengalaman tahu bahwa hanya dengan beberapa kali trade dalam sebulan akan bisa menghasilkan profit yang memadai, dan dalam jangka panjang dicapai hasil trading yang konsisten. Beberapa point dalam trading mereka adalah :
- Trading pada time frame daily : pada time frame daily kita bisa melihat gambaran pasar secara praktis dan menyeluruh dengan cukup relevan karena noise atau kesalahan sinyal relatif sedikit dibanding dengan time frame rendah semisal 15 menit atau 5 menit. Selain itu trading dengan time frame rendah lebih mudah tergoda untuk sering masuk pasar. Memang diperlukan kesabaran untuk mencermati dan menanti sinyal trading yang valid dalam daily chart, tetapi hasil trading yang kita peroleh dalam jangka panjang akan konsisten, dan kita tidak harus beberapa kali masuk pasar setiap hari.
- Mengutamakan kualitas daripada kuantitas trading : trader yang menggunakan metode price action selalu berlaku seperti seorang penembak jitu yang menunggu mangsanya. Hanya jika telah muncul sinyal price action yang valid pada time frame daily-nya, barulah membuka posisi trading. Mungkin dia tidak trading dalam beberapa hari dan hanya mengamati pergerakan harga.
- Menggunakan ‘peluru’ trading dengan bijak : kesabaran akan mendorong kebiasaan trading yang positif, sementara cara emosional menyebabkan kebiasaan negatif dalam trading. Dengan membiasakan diri untuk bersabar dalam mengantisipasi pergerakan harga pasar seperti penjelasan pada point sebelumnya, kita akan bisa lebih bijak dalam menggunakan ‘peluru’ trading dan tidak menghamburkan peluru-peluru tersebut dengan seringnya kita masuk pasar.

3 : Catatan analisa pasar dan rencana trading yang terpadu

Sebelum merencanakan untuk membuka posisi trading, seharusnya kita telah mempunyai catatan analisa kondisi pasar, trading plan dan jurnal trading atau catatan semua hasil serta evaluasi trading kita. Semakin matang kita merencanakan trading kita berdasarkan pemahaman pada catatan tersebut semakin tinggi pula probabilitas profit kita.
Anda bisa membuat trading plan dengan misalnya komentar mingguan Anda mengenai kondisi pasar beserta rekomendasi trading yang Anda buat sendiri.
Jurnal trading penting untuk evaluasi hasil trading yang telah kita lakukan, sejauh mana kita benar-benar disiplin dalam menerapkan metode trading dan menjalankan rencana yang telah kita tetapkan. Mungkin Anda menganggap kurang penting atau membuat jurnal yang asal-asalan, tetapi jika kebetulan Anda seorang trader dengan dana dari investor, sering diminta untuk menjelaskan trading plan dan trading jurnal atau evaluasi dari statement hasil trading investor tersebut.

4 : Tidak ragu pada metode trading yang telah dipilih

Trader yang berpengalaman selalu menasehatkan agar jangan menggunakan uang beneran jika Anda belum mempunyai metode trading yang benar-benar Anda percaya dan telah teruji, agar Anda tidak ragu dalam setiap kali Anda trading. Dan keraguan akan membentuk cara berpikir yang negatif dalam trading. Belajarlah membentuk cara pikir yang profitable dalam account demo terlebih dahulu dengan benar, dan pilih metode trading yang efektif dan telah teruji. Hindari masuk pasar dengan untung-untungan atau gambling jika Anda memang ragu untuk masuk, usahakan selalu mengacu pada metode trading Anda.

Selasa, 17 Februari 2015

2 Tips Meningkatkan Hasil Trading Anda




Siapa sih yang gak pengen tradingnya menghasilkan yang lebih? Ok deh, mari kita langsung simak cara-caranya, siapa tahu memang bisa kita aplikasikan.


Perlebar Stop Loss
 
Ingatlah bahwa semakin lebar Stop Loss, (secara teoritis) semakin tinggi pula kemungkinan anda untuk mendapatkan profit. Semakin sempit SL, berarti anda hanya memberi kesempatan yang sempit bagi harga untuk bergoyang sebelum mengikuti major trend yang sudah anda identifikasi. Bahasa gampangnya, SL yang terlalu sedikit itu semakin gampang kesabetnya. Itulah mengapa, banyak trader yang menganggap bahwa SL itu "mempercepat" kerugian. Jadi, berilah ruang yang cukup untuk goyangan harga ini supaya SL anda tidak terlalu mudah tersentuh.

Sebagai patokan untuk short term trading, SL sebaiknya berkisar antara 23-35 points. Meskipun demikian, harus tetap diingat bahwa Stop Loss sebaiknya ditetapkan “sebesar kerugian yang bisa anda tanggung”. Dan saya tetap tidak menganjurkan anda untuk ber-trading tanpa stop loss, karena bagaimanapun, stop loss diperlukan untuk “membatasi” kerugian yang mungkin terjadi.



Gunakan Time Frame 4H (atau lebih)
 
Banyak temen trader yang berpendapat bahwa TF 4 H itu yang paling rendah false signalnya. Juga, kalo anda berharap mendapat profit 100 pips lebih, maka menggunakan chart dengan TF yang relatif tinggi akan lebih masuk akal untuk mempermudah mengidentifikasi major trend yang sedang terjadi.


Nah, itu tadi cara-cara yang bisa dibilang simple untuk meningkatkan hasil trading anda. Perlu saya ingatkan juga masalah margin management. Karena kita bermain di TF 4H dan memasang Stop Loss yang relatif lebar, maka ketahanan margin harus selalu diperhatikan. Ok, mau coba diaplikasikan? semoga berhasil. Sukses selalu untuk anda!